Selasa, 27 Juli 2010




Sebenernya apa sih yang dicari dari orang-orang yang ngeceperin motornya ? Badan jadi cape, kaki pegel, tiap ada polisi tidur atau gundukan yang tinggi motor harus diturunin dan agak diangkat biar body bawah gak kepentok. Sama sekali nggak nyaman. Motor yang harusnya buat memudahkan malah jadi nyusahin hidup. Kecuali bila dipasang aksesoris yang melindungi motor, dan bisa mempermudah gerak mobilitas, ini baru yahud.

Sama halnya seperti ABG jaman sekarang yg rela beli baju tengtop puluhan sampe ratusan ribu, ketat aduhai, sampai-sampai (maaf) kelihatan pantatnya, trus kalo turun dari angkot baju bagian belakangnya dia pegangin, biar body belakangnya gak kelihatan sama penumpang lain, ini rela ia lakukan berulang kali tiap kemana-mana. Masih mending model yg masih mau dipegangin, ada juga model lain yang membiarkan saja bagian belakangnya untuk dilihat oleh orang lain. Mereka merasa minder bila tidak ikut trend.

Karena budaya barat sudah masuk lewat film-film di televisi dan berbagai media, maka mereka merasa sah-sah saja seperti itu, tetapi karena kita besar di lingkungan indonesia, maka terjadilah megangin baju belakang tadi. Ragu-ragu tapi masih tetep dijalanin. Saya yakin nurani kita menolak, namun karena pengaruh lingkungan maka hal tersebut dianggap lumrah saja, toh saya temennya banyak ini, demikian hati kita menyaut.

Saya juga masih belajar untuk bisa berprinsip, untuk berubah kita harus untuk memulai dari satu langkah. Sama kayak kita belajar berenang, pertama nyemplung dulu di kedalaman 1 meter, trus naik ke 1,5 meter, jangan langsung ke 2 meter, nanti malah tenggelam.

Tidak ada komentar: